BAHAN RENUNGAN - Senin, 19 Januari 2026 : Rut 1:16

 

BAHAN-RENUNGAN-Senin-19-Januari-2026-Rut-1-16

Senin, 19 Januari 2026

Rut 1:16

Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam; bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;”

Allahmulah Allahku

Kematian adalah akhir dari satu hubungan pernikahan, apalagi jika pernikahan tersebut belum dikaruniai keturunan. Setidaknya itu yang dipahami banyak orang ketika salah satu di antara suami atau istri meninggal dunia, maka ikatan keluarga berakhir sehingga orang harus kembali ke keluarga asalnya selanjutnya bisa menikah kembali. Hal ini juga terjadi dalam budaya Batak Toba. Di media sosial beberapa waktu yang lalu ramai diperbincangkan tentang seorang istri yang sehabis dari penguburan tidak pulang ke rumahnya tetapi langsung di bawa pulang ke rumah orangtuanya. Ada yang pro, ada yang kontra terhadap praktik budaya tersebut. Yang pasti pemahaman bahwa kematian adalah akhir dari semua hubungan mendominasi pemikiran dan praktik kehidupan banyak orang.

Setelah suami dan anak-anaknya meninggal di tanah Moab, tinggallah Naomi dan kedua menantunya, Rut dan Orpa. Ketiganya menjadi janda. Lalu Naomi memutuskan untuk pulang tanah kelahirannya di Efrata, Betlehem Yehuda, sebab Naomi telah mendengar “bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka”. Awalnya, kedua menantunya mengikuti dia dan memaksa akan ikut berserta dia ke Efrata. Tetapi Naomi menolak. Orpa akhirnya pulang ke rumah orangtuanya, tetapi Rut tidak. Dia bertahan meski Naomi memaksanya untuk pulang ke Moab. Rut menolak dan menegaskan bahwa dia akan terus mengikuti Naomi ke tanah kelahirannya.

Rut memilih untuk tetap bersama Naomi di tengah kesulitan dan jurang, menunjukkan kasih dan kesetiaan yang melampaui ikatan darah atau kenyamanan. Bukan hanya itu, Rut menegaskan “bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku”. Rut membuat sebuah keputusan radikal dalam hidupnya untuk meninggalkan dewa-dewi Moab dan menerima Allah Israel sebagai Tuhannya. Ia menerima identitas baru, tidak hanya sebagai orang Moab, tetapi sebagai bagian dari bangsa Naomi dan umat Allah Israel, menunjukkan penerimaan total.

Dalam Sahabatku, dari Rut kita belajar bahwa tentang kesetiaan pada komitmen yang telah dibuat dalam hidup. Dengan sungguh-sungguh menjadi Allah sebagai Tuhan kita, kita ditantang untuk melangkah dalam iman dan meninggalkan kenyamanan kita.

DOA: Ya Tuhan, ajar kami untuk setia pada komitmen kami untuk mengikuti Engkau.

Pdt. Riston Irene Sihotang, S.Si., M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar