RESTU DI BALIK RERUNTUHAN: Menemukan Damai Sejahtera Allah
Nats: Hagai 2:1-10
I. Dilema "Banding-membandingkan"
Saudara yang terkasih, salah satu pencuri kebahagiaan
terbesar dalam hidup manusia adalah perbandingan. Kita sering merasa tidak
damai karena merasa hidup kita sekarang tidak sehebat masa lalu, atau pelayanan
kita tidak semegah milik orang lain.
Inilah yang dialami bangsa Israel dalam Hagai 2. Mereka
sedang membangun kembali Bait Suci, namun mereka dirundung rasa rendah diri.
Mengapa? Karena Bait Suci yang mereka bangun tampak "kecil" dan
"tidak ada artinya" (ay. 3) jika dibandingkan dengan kemegahan Bait
Suci Sulaiman yang berlapis emas. Di tengah krisis mental dan keputusasaan
inilah, Allah mengirimkan nabi Hagai untuk membawa perspektif baru tentang
Damai Sejahtera.
II. Latar Belakang: Mengapa Mereka Kecewa?
Secara historis, bangsa Yahudi baru saja pulang dari 70
tahun pembuangan di Babel. Mereka kehilangan segalanya. Saat mereka mencoba
bangkit, mereka menghadapi keterbatasan ekonomi dan intimidasi musuh.
Akibatnya, mereka sempat berhenti membangun selama 15 tahun (Hagai 1).
Ketika mereka akhirnya mau bekerja kembali, mereka justru
terjebak pada nostalgia yang melumpuhkan. Mereka fokus pada "bungkus"
(arsitektur dan emas), sehingga mereka lupa pada "isi" (kehadiran
Allah). Hagai hadir untuk mengingatkan bahwa Damai Sejahtera Allah tidak
ditentukan oleh kemewahan fisik, melainkan oleh otoritas ilahi.
III. Tiga Pilar Damai Sejahtera Allah
1. Kekuatan yang Bersumber dari Kehadiran (Ayat 4-5)
Tuhan tidak menyuruh mereka mencari arsitek yang lebih hebat atau emas yang lebih banyak. Tuhan hanya berkata: "Kuatkanlah hatimu... dan bekerjalah!" Perintah ini didasarkan pada satu janji: "Sebab Aku menyertai kamu." Dalam bahasa Ibrani, damai sejahtera (Shalom) berarti keutuhan. Keutuhan hidup kita tidak datang dari prestasi yang kita capai, tapi dari Pribadi yang berjalan bersama kita.
Aplikasi: Damai sejahtera hadir saat kita berhenti mencemaskan hasil akhir dan mulai menikmati penyertaan Tuhan dalam proses yang sulit sekalipun.2. Kedaulatan di Atas Keterbatasan (Ayat 7-9)
Mungkin kita merasa damai kita hilang karena "dompet" yang tipis atau sumber daya yang terbatas. Allah mengingatkan, "Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas." Ini adalah deklarasi kedaulatan. Allah mampu "menggoncangkan" dunia untuk menyediakan apa yang diperlukan bagi rencana-Nya.
Aplikasi:
Jangan membatasi kuasa Tuhan dengan kalkulator kita. Damai sejahtera muncul
saat kita sadar bahwa kita bekerja untuk Pemilik semesta alam yang sanggup
membuka jalan di tengah kemustahilan.
3. Kemuliaan yang Melampaui Materi (Ayat 10)
Tuhan menjanjikan kemuliaan yang "kemudian" akan lebih besar. Secara fisik, Bait Suci kedua ini tidak pernah lebih mewah dari yang pertama. Namun, secara rohani, Bait ini jauh lebih mulia karena Yesus Kristus (Sang Raja Damai) sendiri yang kemudian hadir di sana. Kemuliaan sejati sebuah keluarga, pekerjaan, atau gereja bukan pada perabotannya, melainkan pada apakah Kristus bertahta di sana. Di mana ada Kristus, di situ ada Shalom.
IV. Aplikasi Bagi Jemaat Hari Ini
- Berhenti Meratap, Mulailah Membangun: Jika hari ini hidup Anda terasa seperti "reruntuhan" mungkin karier yang jatuh atau hubungan yang retak jangan habiskan waktu dengan meratapi masa lalu. Ambahlah langkah kecil untuk membangun kembali bersama Tuhan.
- Goncangan adalah Undangan: Jika Tuhan sedang mengizinkan "goncangan" dalam hidupmu (masalah ekonomi atau tantangan berat), itu bukan untuk menghancurkanmu. Itu adalah cara Allah menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu agar Anda hanya bersandar pada-Nya.
- Terima Damai-Nya Sekarang: Damai sejahtera tidak menunggu sampai semua masalah selesai. Tuhan memberikan damai-Nya "di tempat ini" (ay. 10) di tengah debu konstruksi, di tengah keringat kerja, dan di tengah ketidakpastian.
V. Penutup
Saudara-saudaraku, Allah tidak mencari kesempurnaan dari tanganmu, Dia mencari kesetiaan dari hatimu. Jangan takut akan hari esok, karena Pemilik emas dan perak menyertaimu. Damai sejahtera-Nya adalah milikmu hari ini. Amin.
0 Komentar