Natal Oikumene Kabupaten Bekasi 2026: Perayaan Iman, Persatuan, dan Diakonia Nyata bagi Sesama
Kabupaten Bekasi – Perayaan Natal Oikumene Umat Kristiani Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan pada Minggu, 11 Januari 2026 di Gedung Graha Tiara, berlangsung dengan penuh khidmat, meriah, dan sarat makna persaudaraan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kesatuan gereja-gereja, memperkuat toleransi lintas iman, serta menghadirkan kasih Kristus secara nyata melalui pelayanan diakonia.
Perayaan Natal Oikumene ini diselenggarakan oleh PGIS Kabupaten Bekasi dan panitia Natal Oikumene, dengan dukungan berbagai unsur gereja, pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh lintas agama. Berdasarkan data kehadiran online melalui Google Form PGIS Kabupaten Bekasi, jumlah peserta yang hadir tercatat sebanyak 1.402 orang dari seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
Panitia Natal Oikumene diketuai oleh Snk. Marfetika Lahagu, S.H., S.E., M.M., yang memimpin koordinasi lintas gereja dan lintas lembaga demi terselenggaranya perayaan Natal yang tertib, inklusif, dan bermakna.
Penyambutan Pejabat dan Pembukaan Acara
Rangkaian acara diawali dengan penyambutan para pejabat dan tamu undangan yang memasuki ruangan perayaan, disambut melalui Tarian Daerah dari Gereja Katolik sebagai simbol penerimaan, persaudaraan, dan penghormatan budaya. Seluruh hadirin kemudian berdiri dengan khidmat untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, menegaskan bahwa perayaan iman Kristen berjalan seiring dengan komitmen kebangsaan.
Suasana perayaan dilanjutkan dengan pujian Natal oleh Paduan Suara Campus Ministry GBI Rock, disusul penampilan Ukulele GKI Sekolah Minggu, yang menghadirkan sukacita Natal melalui kreativitas anak-anak sebagai generasi penerus gereja.
Sambutan dan Pesan Kebangsaan
Dalam laporan dan sambutannya, Ketua Panitia Natal Oikumene, Snk. Marfetika Lahagu, S.H., S.E., M.M.,
Menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh gereja, panitia, aparat keamanan, serta pemerintah daerah yang telah mendukung terselenggaranya Natal Oikumene ini. Ia menegaskan bahwa Natal Oikumene merupakan ruang perjumpaan iman yang mempersatukan, bukan membedakan.
Pembimas Kristen Provinsi Jawa Barat, Pdt. Harapan Nainggolan, M.Min., M.Th., dalam sambutannya menekankan bahwa Natal harus menjadi kesaksian gereja dalam menghadirkan damai, kasih, dan keadilan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Ketua PGIS Kabupaten Bekasi, Pdt. Dr. Abdon Amtiran, menegaskan bahwa persatuan gereja-gereja merupakan kekuatan spiritual dan moral dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Bekasi.
Dari unsur Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi KH Umar Nasir Assubhi, M.Si menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Natal Oikumene sebagai ruang kebersamaan lintas gereja dan lintas iman. Kehadiran Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi tersebut menegaskan komitmen negara melalui Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat dialog antariman, serta mendukung kegiatan keagamaan yang berlangsung secara damai, tertib, dan bermartabat di Kabupaten Bekasi.
Dari unsur lintas iman, Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi, KH Habibi Somad, menyampaikan pesan kebangsaan yang menekankan pentingnya toleransi, dialog, dan kerja sama antarumat beragama sebagai fondasi persatuan bangsa.
Ucapan selamat Natal dari Pemerintah Kabupaten Bekasi disampaikan melalui Ketua Tim Binamental Spiritual Bagian Kesra Kabupaten Bekasi, H. Carlim, yang membacakan sambutan Plt. Bupati Bekasi, berisi apresiasi atas kontribusi gereja-gereja dalam menjaga kerukunan serta pelayanan sosial di Kabupaten Bekasi.
Ibadah Natal Oikumene
Ibadah Natal Oikumene dilaksanakan secara oikumenis dan dipimpin oleh para pelayan lintas denominasi. Dengan Pembawa Liturgis oleh Pdt. Julika Sitorus, M.Th dan Khotbah Natal disampaikan oleh Romo Antonius Suhardi Antara, Pr., yang mengajak jemaat memaknai kelahiran Yesus Kristus sebagai terang yang membawa pengharapan, damai, dan tanggung jawab sosial bagi dunia.
Doa Syafaat dipimpin secara bersama oleh Suster Regina, SFMA, mewakili Gereja Katolik, dan Pdt. Daud Naibaho, mewakili Gereja Protestan, dengan pokok doa bagi kesatuan Tubuh Kristus, bangsa dan negara, pemerintah, Kabupaten Bekasi, serta situasi bencana alam yang sedang dialami masyarakat di berbagai daerah.
Doa Persembahan dipimpin oleh Pdt. Boy F. Tampubolon, selaku Sekretaris Umum PGIS Kabupaten Bekasi, dan ibadah ditutup dengan Doa Penutup dan Berkat oleh Pdt. Djekson Sirait dari HKBP Lippo Cikarang.
Persembahan Natal untuk Korban Bencana Alam
Dalam semangat kasih dan solidaritas, persembahan Natal Oikumene yang dikumpulkan dalam ibadah ini secara khusus diperuntukkan bagi membantu saudara-saudari yang terdampak bencana alam di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Aksi diakonia ini menegaskan bahwa Natal tidak berhenti pada perayaan liturgis, melainkan diwujudkan dalam kepedulian nyata terhadap sesama yang sedang mengalami penderitaan. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan secara bertanggung jawab oleh panitia Natal Oikumene bersama PGIS Kabupaten Bekasi.
Prosesi Penyalaan Lilin
Momen puncak perayaan ditandai dengan Prosesi Penyalaan Lilin Natal, sebagai simbol terang Kristus yang menerangi seluruh lapisan masyarakat. Prosesi ini melibatkan tokoh gereja, pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, serta perwakilan anak-anak, antara lain:
Romo Antonius Suhardi Antara, Pr.; Pdt. Dr. Abdon Amtiran, M.Th.; Pdt. Manahan Hutabarat, M.Th.; St. RZ. Simanjuntak, S.E.; Snk. Marfetika Lahagu, S.H., S.E., M.M.; Pdt. Harapan Nainggolan, M.Th.; Kol. Inf. Donald Erickson Silitonga, S.I.P., M.Si (Kasrem 051/WKT); perwakilan Polres Metro Bekasi; Kompol A. N. Imapuly, S.I.K., M.Si (Danyon Batalyon D Pelopor); Christin Novalia Simanjuntak, S.H., M.Kn (DPRD Provinsi Jawa Barat); Pnt. Boy Doloksaribu (FKUB Bekasi); perwakilan CBN; Pdt. Dr. Manasye Mahayoni, S.H., M.H.; Pdt. Aldy Massie, S.Th.; Suster Karolina, SFMA; Tulus Parapat, S.E.; Frans Sihombing; serta perwakilan anak Jose dan Karen.
Penampilan Seni dan Diakonia Inklusif
Rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan pujian lintas gereja, yang mencerminkan keberagaman dan inklusivitas, antara lain:
- Paduan Suara Komunitas Tunanetra Kabupaten Bekasi
- Paduan Suara GBKP Cikarang
- Performance Angklung oleh GRII Cikarang
- Tarian Masampar oleh Anugerah Bekasi
- Paduan Suara GKPI Tambun (Pemuda dan Sekolah Minggu)
- Pujian Koor Paroki Cikarang Ibu Teresa
- Paduan Suara HKBP Lippo Cikarang
- Paduan Suara GPI Effata
Sebagai wujud Natal yang inklusif, Panitia Natal Oikumene Kabupaten Bekasi juga menyalurkan bantuan diakonia kepada Komunitas Tunanetra Kabupaten Bekasi. Pemberian ini merupakan bentuk kepedulian gereja terhadap saudara-saudari penyandang disabilitas, sekaligus apresiasi atas pelayanan mereka yang memperkaya perayaan Natal Oikumene.
Penutup dan Komitmen Bersama
Menjelang akhir acara, ditampilkan performance dari seluruh panitia, dilanjutkan ucapan terima kasih oleh Sekretaris Panitia, serta foto bersama seluruh tamu undangan dan peserta.
Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Bekasi tahun ini menegaskan komitmen gereja-gereja untuk terus menjadi pembawa damai, penjaga persatuan, dan pelayan kasih di tengah masyarakat. Dengan dukungan FKUB Kabupaten Bekasi, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, Natal Oikumene ini menjadi kesaksian bahwa iman Kristen hadir untuk membangun, menguatkan, dan merawat kebhinekaan Indonesia. Redaksi satucahayanusantara.com
0 Komentar