RENUNGAN HARIAN - Sabtu, 3 Januari 2026 : Matius 5:16

 

RENUNGAN-HARIAN-Sabtu-3-Januari-2026-Matius-5-16

Sabtu, 3 Januari 2026

Matius 5:16
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Biarlah Terangmu Bercahaya

Selama perayaan Natal, suasana begitu terang benderang oleh lampu yang berkelap-kelip dengan warna yang beragam. Disetiap gereja, pusat keramaian atau perbelanjaan, tidak ada satupun pohon natal yang tidak diterangi lampu-lampu tersebut. Tidak jarang bahkan terasa ada kompetisi terang pohon natal sejak masa advent. Lalu, setelah natal usai, lampu kembali dibuka bersama pohon natal. Semua aksesoris lainnya pun ikut diturunkan dan disimpan kembali ke dalam kotak-kotak penyimpanan sampai desember kemudian datang kembali dan kita kembali merayakan Natal. Dan terang Natal itupun kembali meredup, hilang. Terang Natal sebatas seremonial belaka dalam kehidupan banyak orang Kristen. Bagaimana seharusnya kita memaknai terang Natal?

Firman Tuhan pagi ini adalah bagian dari Khotbah di Bukit, di mana Yesus mengajarkan murid-murid-Nya (dan orang banyak) tentang karakter orang percaya sejati melalui Delapan Ucapan Bahagia (Matius 5:1-12), yang mendefinisikan kebahagiaan menurut standar Kerajaan Allah, bukan dunia. Lalu Yesus juga mengajarkan para murid-Nya untuk menjadi garam dan terang dunia, melalui perbuatan baik. Secara khusus, firman Tuhan menekankan bahwa orang percaya harus memancarkan terang melalui perbuatan baik yang terlihat, bukan untuk kemuliaan sendiri, melainkan agar orang lain melihat perbuatan itu dan akhirnya memuliakan Allah Bapa di Sorga. Orang Kristen dipanggil untuk menjadi terang yang menembus kegelapan dunia, membawa petunjuk bagi mereka yang tersesat dan harapan bagi mereka yang tinggal dalam keputusasaan. Dengan kata lain, para murid dan orang banyak yang mendengarkan pengajaran Yesus di Bukit, diajar untuk hidup secara berbeda dari dunia ini. Dan yang terutama adalah bagaimana hidup para pengikut Yesus bisa memancarkan terang yang Yesus telah bawa ke dalam hidup mereka.

Sahabatku, Natal telah usai dan terang lampu Natal telah disimpan kembali. Namun, terang Natal itu mestinya dapat kita teruskan dalam kehidupan kita. Inilah panggilan utama kita sebagai pengikut Kristus, untuk menyebarkan kasih dan harapan di dalam terang dari Kristus.

DOA: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk menjadi pembawa terang-Mu dalam hidup kami.

Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar