BAHAN KHOTBAH MINGGU 4 JANUARI 2026 - DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA, Yohanes 1 : 10-17

 

BAHAN-KHOTBAH- MINGGU-4-JANUARI-2026-DARI-KEPENUHANNYA-KITA-MENERIMA-KASIH-KARUNIA-Yohanes-1-10-17

DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA

Ayat Bacaan: Yohanes 1 : 10-17


PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang hidup dalam kelelahan rohani: merasa kurang, tidak cukup baik, dan terus berjuang untuk “layak” di hadapan Tuhan maupun sesama. Seperti bejana yang bocor, sebanyak apa pun diisi, selalu terasa kosong. Yohanes 1:10-17 mengingatkan bahwa kepenuhan hidup dan layak di hadapan Tuhan tidak ditemukan dalam usaha diri, melainkan dalam Kristus yang memberi kasih karunia demi kasih karunia – tanpa henti dan tanpa syarat. Ia bukan hanya pemberi kasih karunia, melainkan kepenuhan kasih karunia itu sendiri. Dalam Kristus, Allah hadir secara nyata, dan dari kepenuhan-Nya mengalir anugerah yang terus-menerus memperbarui hidup manusia. Sadarilah bahwa iman Kristen bukanlah hasil usaha manusia, melainkan respons atas kasih karunia Allah yang berlimpah dan tidak terbatas. 

PEMBACAAN TEKS DAN PENJELASAN

Perikop Yohanes pasal 1 merupakan bagian teks yang memperkenalkan Yesus sebagai Firman (Logos) yang kekal, yang bersama Allah dan adalah Allah – di dalam Firman segala sesuatu diciptakan.  Ayat 10-17 menjadi bagian penting sebagai penghubung antara keilahian Kristus dan kehadiran-Nya sebagai manusia. Ada hal ironi yang dijelaskan oleh Yohanes, ternyata dunia yang diciptakan oleh Firman justru tidak mengenal-Nya, bahkan umat pilihan-Nya sendiri menolak Dia. Ini menyingkapkan kerusakan relasi antara manusia dan Allah akibat dosa (Ay. 10-11). Dengan demikian status keagamaan, tradisi, atau identitas lahiriah tidak otomatis membawa seseorang kepada keselamatan. Sebab keselamatan adalah anugerah, yang diberikan kepada mereka yang percaya kepada Kristus (Ay. 12-13).

Yohanes menyatakan bahwa Firman telah menjadi daging dan tinggal di antara manusia, penuh kasih karunia dan kebenaran (Ay. 14). Kehadiran Allah di tengah-tengah manusia dalam wujud manusia menegaskan inkarnasi Allah yang transenden menjadi imanen di dalam Yesus Kristus. Dengan demikian, keselamatan bukan dimulai dari hukum, tradisi, atau kelayakan manusia, melainkan dari kasih karunia Allah yang dinyatakan secara sempurna dalam Kristus (Ay. 16-17). Kasih karunia tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga membentuk, memperbarui, dan memampukan orang percaya untuk hidup seturut kehendak Allah. Ungkapan “kasih karunia demi kasih karunia” (Baca Yunani: charin anti charitos) artinya, kasih karunia Allah tidak pernah berhenti; ia berkelanjutan, bertumbuh, dan selalu cukup bagi kehidupan orang percaya.

APLIKASI HIDUP

Yohanes mengajak semua orang untuk berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan belajar hidup dari kepenuhan Kristus. Kita dipanggil untuk menerima kasih karunia-Nya setiap hari – sebab kasih karunia menolong kita mengampuni, bersabar, dan mengasihi tanpa syarat, meskipun disakiti atau dikecewakan. Kasih karunia memampukan kita bekerja dengan integritas, rendah hati, dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi tekanan. Kasih karunia mendorong kita melayani bukan untuk pengakuan, melainkan sebagai saluran berkat bagi sesama. Kasih karunia juga melayakkan kita di hadapan Allah. Dan kasih karunia yang kita terima harus menjadi kasih karunia yang dibagikan kepada semua orang. Percayalah dan terima kasih karunia Yesus Kristus. 

PENEGASAN

Yesus Kristus adalah kepenuhan Allah yang hadir di tengah dunia yang rapuh. Dari kepenuhan-Nya, kita menerima hidup, pengampunan, pembaruan, dan pengharapan. Tidak ada kekosongan yang tidak dapat dipenuhi oleh kasih karunia-Nya. Karenanya, hidup orang percaya bukan hidup yang kekurangan, melainkan hidup yang terus dicukupi oleh anugerah Kristus. Terima dan hiduplah dalam kasih karunia Allah.

 Doa:

Ya Tuhan, terimakasih telah hadir dalam hidup kami. Penuhilah kami dengan kasih karunia-Mu, sehingga kami layak di hadapanmu, mengasihi sesama tanpa syarat, melayani bukan untuk pengakuan, memampukan kami bekerja dengan integritas dan membagikannya kepada semua orang. Amin.

 

Profil:
C. Pdt. Jonathan S. Sitorus, S.Th
(Staf Departemen LITBANG HKI)

 

Posting Komentar

0 Komentar