Sabtu, 17 Januari 2026
1 Korintus 1:8
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Hingga Akhir
Dalam dunia otomotif, berbagai macam lomba diadakan sebagai ajang pembuktian kekuatan dan ketahanan mobil atau motor yang diproduksi oleh satu pabrikan. Salah satu yang terkenal adalah lomba ketahanan mobil, atau endurance race, balapan panjang non-stop yang menguji daya tahan mobil, kinerja mesin, performa, serta stamina fisik dan mental pembalap dan kru tim. Contoh paling terkenal adalah 24 Hours of Le Mans di Prancis. Balapan mobil ini merupakan salah satu balap mobil tertua di dunia yang sudah ada sejak tahun 1923 dan masih dipertandingkan hingga saat ini. Di sini bukan hanya ajang balap yang mengutamakan kecepatan, melainkan juga ketahanan mobil dan para pembalap di balik kemudi hingga garis akhir perlombaan.
Bukan hanya mobil atau fisik manusia juga membutuhkan endurance, ketahanan dalam memelihara iman percaya kepada Kristus. Hal ini disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus yang menghadapi beragam masalah. Paulus mengetahui terjadi perpecahan di dalam jemaat karena kelompok fanatis, ada pelanggaran moral (seksual, perjudian), kekacauan penggunaan karunia rohani, dan beragam pertanyaan yang bersifat doctrinal tentang perkawinan dan makanan kultus. Tuhan yang telah memulai pekerjaan-Nya di dalam mereka, yang memberikan mereka “segala macam berkat dan segala macam pengetahuan” tentang Kristus, akan menyelesaikannya. Tuhan akan memberi kekuatan agar iman mereka tidak goyah dan menyerah di tengah pencobaan. Ini artinya agar orang jemaat tetap kudus, murni, dan tidak bernoda (tanpa cela) dalam kehidupan mereka, sehingga mereka akan selalu siap sedia untuk kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus, di mana Ia akan meneguhkan dan memampukan mereka untuk tetap setia sampai akhir. Ini menekankan pentingnya kekudusan hidup dan pengharapan akan kedatangan Kristus.
Sahabatku, selama kita hidup, maka kita masih terus dalam proses “mencapai garis akhir” kehidupan kita. Karena itu hingga garis akhir, kita dibimbing untuk hidup dalam kekudusan dan persekutuan dengan Kristus, di tengah beragam tantangan yang ada dan hendak menggoyahkan iman percaya kita kepada Kristus.
DOA: Ya Tuhan, mampukan kami untuk dapat bertahan dalam iman dan pengharapan kami padaMu.
Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum
0 Komentar