Finalisasi MoU Lintas Negara dan Ibadah Syukur TULUDE: Penguatan Jejaring Pelayanan Diaspora Indonesia
General Santos, Filipina | 21 Januari 2026
Rangkaian kegiatan pelayanan lintas negara kembali menegaskan semangat oikumenis dan penguatan pendidikan teologi melalui Pembahasan Finalisasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Fellowship of The Christ Church dan Gereja KIBAID, serta antara Sekolah Tinggi Teologi (STT) KIBAID dan SAM (Sekolah Alkitab Malaysia), Johor Baru. Kegiatan strategis ini berlangsung beriringan dengan Ibadah Syukur “TULUDE” yang diselenggarakan oleh ICC–UCCP Balunto, General Santos, Filipina, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Finalisasi MoU: Penguatan Kerja Sama Gereja dan Pendidikan Teologi
Pembahasan finalisasi MoU difokuskan pada penguatan kerja sama pelayanan gerejawi, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi pendidikan teologi lintas negara. Kesepakatan antara Fellowship of The Christ Church dan Gereja KIBAID menegaskan komitmen bersama dalam pelayanan misi, pembinaan jemaat, dan penguatan jejaring gereja di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, kerja sama antara STT KIBAID dan SAM Johor Baru diarahkan pada pengembangan akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengayaan kurikulum teologi yang kontekstual dan relevan dengan tantangan pelayanan gereja masa kini. MoU ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi peningkatan mutu pendidikan teologi dan kaderisasi pelayan gereja yang berwawasan global.
Ibadah Syukur “TULUDE” ICC–UCCP Balunto
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan Ibadah Syukur “TULUDE” yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita di ICC–UCCP Balunto. Ibadah ini diikuti oleh jemaat yang sebagian besar merupakan diaspora Indonesia yang berdomisili dan bekerja di General Santos, Filipina.
Dalam ibadah tersebut, Pnt. Dr. Ir. Jansen Tangketasik, M.Si melayani sebagai pembicara/khotbah. Melalui firman Tuhan yang disampaikan, jemaat diajak untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan hidup dan pelayanan, serta dipanggil untuk tetap setia menjadi terang dan garam di tengah konteks perantauan. Nuansa “Tulude” sebagai ungkapan syukur tradisional juga memperkaya ibadah dengan nilai budaya dan spiritual yang mendalam.
Makna Strategis bagi Diaspora dan Gereja
Kehadiran diaspora Indonesia dalam ibadah ini menunjukkan kuatnya ikatan iman dan kebersamaan lintas bangsa. Kegiatan ini tidak hanya mempererat persekutuan jemaat Indonesia di Filipina, tetapi juga menegaskan peran gereja sebagai rumah rohani yang menyatukan, membina, dan mengutus.
Melalui finalisasi MoU dan pelaksanaan ibadah syukur ini, gereja dan lembaga pendidikan teologi diharapkan semakin siap menjawab tantangan pelayanan global, membangun jejaring yang saling menguatkan, serta menghadirkan kesaksian Kristiani yang relevan di tengah masyarakat internasional. Red. satucahayanusantara.com
0 Komentar