RENUNGAN HARIAN : Selasa, 23 Desember 2025 : Lukas 1: 68

 

RENUNGAN-HARIAN-Selasa-23-Desember-2025-Lukas-1-68

Selasa, 23 Desember 2025

Lukas 1: 68 / Lukas 1: 68
“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.”
Pinuji ma Tuhan i, Debata ni Israel, ala ditopot bangsana jala dipatupa haluaonna.

Tuhan Melawat

Melawat dapat diartikan bepergian mengunjungi suatu tempat atau mengunjungi seseorang. Tempat yang kita kunjungi bisa jadi merupakan tempat yang dulu kita pernah tinggal dan setelah beberapa waktu kita mengunjunginya kembali. Di momen akhir tahun, seringkali dipakai oleh banyak orang untuk pergi melawat ke kampung halaman, atau istilahnya mudik. Didorong oleh perasaan rindu dan cinta, orang-orang rela menempuh jarak yang jauh dan menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk memuaskan rasa rindu dan cinta tersebut. Tujuannya adalah untuk kembali mengingat tempat asal, tempat kehidupan kita bermula, sehingga membawa kegembiraan bagi kita yang melawat terutama mereka yang dilawat oleh kehadiran kita.

Nyanyian Syukur Zakharia, atau Benediktus, adalah kidung pujian dan nubuat dari Lukas 1:67–80 di Alkitab, dinyanyikan Zakharia setelah mulut dibuka kembali setelah bisu, sebagai ucapan terima kasih atas kelahiran anaknya, Yohanes Pembaptis. Yohanes dipuji sebagai nabi yang akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus, yang akan membawa keselamatan dan pengampunan dosa. Nyanyian ini berisi pujian atas kasih setia Allah dan nubuat tentang misi Kristus sebagai “terbitnya fajar dari tempat yang tinggi”.

Namun, Zakharia tidak hanya bersukacita atas kelahiran Yohanes. Lebih dari itu, ia bernyanyi memuji Tuhan karena telah mengunjungi dan melawat umat-Nya, memenuhi janji-Nya melalui Daud, dan membangkitkan tanduk keselamatan. Kunjungan Allah bukanlah kunjungan biasa; Dia datang untuk membawa keselamatan yang mengubah hidup dan membebaskan umat-Nya dari dosa. Ini adalah tanda kasih dan kesetiaan Allah terhadap janji-janji-Nya. Karena itu, nyanyian Zakharia ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah lalai menggenapi janji-Nya.

Sahabatku, Tuhan datang dan melawat kita dalam diri Yesus Kristus. Ini adalah bukti kesetiaan Tuhan akan janji-janji-Nya. Maka di Minggu Advent ini kita dituntut percaya pada janji Tuhan, bahwa dalam penantian kita, ada sukacita karena Tuhan melawat kita.

DOA: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk sungguh-sungguh menjadikan Engkau sebagai satu-satunya Allah yang melawat kami dan Allah yang telah memberikan keselamatan dalam hidup kami di dalam diri Yesus Kristus.

Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar