Senin, 22 Desember 2025
Mazmur 74: 16 / Psalmen 74: 16
Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.
Gok di Ho do arian, gok di Ho do hodot borngin; Ho do pajakkon haturion dohot mata ni ari.
Semua Punya-Mu
Di tengah bencana yang terjadi saat ini di 3 provinsi di Pulau Sumatera, ada begitu banyak ungkapan kesedihan yang diungkapkan dari seluruh penjuru negeri, mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga ke pulau Rote. Namun, di balik semua ungkapan itu selalu ada harapan. Para korban bencana diberikan kata-kata penghiburan bahwa bencana akan berganti dengan sukacita. Yang dibutuhkan adalah kesabaran dan berharap akan pertolongan-Nya.
Mazmur renungan pagi ini adalah ratapan kolektif umat Israel (ditulis oleh Asaf) atas kehancuran Bait Suci dan Yerusalem oleh musuh (kemungkinan saat pembuangan ke Babel), yang menyebabkan mereka merasa ditinggalkan Tuhan dan kehilangan identitas spiritual mereka. Umat Israel sangat terikat dengan Bait Suci sebagai pusat dari ibadah dan simbol dari kehadiran Tuhan. Ketika Bait Suci dihancurkan adalah saat dimana tragedy besar yang merusak hubungan mereka dengan Allah. “Mengapa, ya Allah, kau buang kami untuk selamanya?” (ayat 1), adalah ungkapan kesedihan yang sangat dalam. Namun di tengah keputusasaan itu, pemazmur mengingatkan akan kuasa Tuhan di masa lalu sebagai dasar harapan untuk pemulihan dan pertolongan ilahi, menegaskan bahwa Tuhan tetap Raja yang berdaulat dan akan memulihkan. Pemazmur mengingatkan Tuhan sebagai Raja dari sejak dahulu kala yang menciptakan dan berkuasa atas alam semesta. Bahwa Allah sanggup memulihkan kehancuran umat-Nya. Tuhan mungkin sepertinya diam atau menarik tangan-Nya dari kita, tetapi Dia tetap bekerja. Sebagaimana Dia mengatur siang dan malam, Dia juga akan menata kehidupan kita yang rusak menjadi baik, yang sakit menjadi sembuh, asalkan kita mau memberi diri untuk diatur-Nya.
Sahabatku, saat bencana memporakporandakan hidupmu, ingatlah akan keberadaan Tuhan, sang pencipta. Dalam doa sampaikan permohonanmu minta tolong pada-Nya, dan yakin Dia akan membelamu. Sebab semua yang tercipta mampu Dia atur, masakan hidup kita tidak dipulihkan dan disembuhkan-Nya?
DOA: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk terus percaya pada pengaturan-Mu dalam hidup kami.
Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum
0 Komentar