Sabtu, 27 Desember 2025
Matius 2:13
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata:
“Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”
Allah Menyelamatkan
Kisah kelahiran Yesus adalah peristiwa yang penuh dengan kegembiraan dan sukacita. Kelahiran-Nya yang sudah dinubuatkan para Nabi sejak ratusan tahun sebelumnya, menjadi kenyataan. Para gembala dan orang Majus seakan menjadi perwakilan sukacita orang-orang yang telah mendengar nubuat-nubuat itu. Tetapi, tidak semua orang merasa gembira. Bahkan ditengah sukacita itu ada orang yang merasa tidak senang, malahan merasa terancam dengan kabar kelahiran Yesus tersebut. Ini menunjukkan bahwa sejak kelahiran-Nya, berbagai tantangan dan ancaman terjadi dalam kehidupan Yesus.
Setelah Yesus lahir, dan orang Majus telah kembali ke negerinya, Yusuf mendapat pesan dari Tuhan melalui malaikat-Nya untuk membawa Maria dan bayi Yesus pergi dari Betlehem menuju ke luar negeri, Mesir. Mengapa? Ternyata Herodes yang saat itu menjadi raja, merasa terancam dengan berita kelahiran Kristus. Para ahli Perjanjian Baru menggambarkan Herodes sebagai raja yang kejam, yang mengandalkan kekuasaannya bahkan tidak segan-segan menyingkirkan saingan-saingannya. Ketika ada ancaman baginya maka dia akan cepat menumpahkan darah kematian. Herodes dalam hal ini disamakan juga dengan Firaun dalam Perjanjian Lama. Herodes memerintahkan pasukannya untuk pergi ke Betlehem dan membunuh bayi-bayi yang baru lahir. Peristiwa yang mengerikan itu membuat banyak ibu-ibu meratap di Rama, sebuah tempat di dekat Efrata, Betlehem. Nabi Yeremia sendiri pernah menubuatkan hal ini (Yeremia 31). Namun, kekuasaan yang dimiliki Herodes tidak mampu mencegah karya keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus. Sebelum Herodes bertindak Allah terlebih dahulu bertindak. Hal ini menunjukkan kekuasaan manusia mempunyai keterbatasan dan tidak akan pernah mampu melampaui kekuasaan Allah.
Sahabatku, peristiwa Natal adalah peristiwa sukacita bagi umat manusia. Bahwa Allah memberikan pengharapan dan hidup yang baru untuk keselamatan kita. Menerima Yesus berarti menjadikan-Nya sebagai juruselamat kita. Adakah yang dapat menghambat rencana Allah tersebut?
DOA: Ya Tuhan, terimakasih buat anugerah-Mu. Kami sambut dengan iman dan sukacita dalam hidup kami.
Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum
0 Komentar