Pdt. Marudut Lumban Gaol, S.Th
Pdt. Marudut Lumban Gaol, S.Th adalah seorang pendeta senior dan pemimpin gerejawi di lingkungan Huria Kristen Indonesia (HKI). Ia menjabat sebagai Praeses HKI Daerah VII Pulau Jawa–Bali–Kalimantan untuk masa jabatan 2021–2026.
Sebagai seorang pemimpin gereja yang visioner, ia dikenal luas karena komitmennya dalam membangun pelayanan pastoral yang kontekstual, pembinaan rohani berbasis keluarga, serta penguatan kapasitas pelayan dan jemaat di wilayah perkotaan dan lintas budaya.
Karier dan Pengalaman Pelayanan
Setelah menerima tahbisan pendeta pada bulan November 1994, Pdt. Marudut Lumban Gaol memulai pengabdiannya dalam berbagai bidang dan wilayah pelayanan HKI.
Perjalanan pelayanannya menunjukkan ketekunan dan kesetiaan dalam mengabdi kepada Tuhan dan gereja-Nya:
- Pendeta Resort HKI Siborong-borong (1995 – Agustus 1996)
- Pendeta Resort HKI Tebing Tinggi (1996 – 2001)
- Pendeta Resort HKI Medan III (2001 – Maret 2003)
- Kepala Departemen Marturia HKI (2003 – Oktober 2010)
- Pendeta Resort HKI Sibolga (2010 – Maret 2013)
- Pendeta Resort HKI Sebanga–Duri (2013 – September 2015)
- Kepala Asrama Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan (2015 – Mei 2021)
- Praeses HKI Daerah VII Pulau Jawa–Bali–Kalimantan (2021 – 2026)
Selain pelayanan struktural di lingkungan HKI, beliau juga kerap dipercaya untuk mengikuti dan memimpin kegiatan oikumenis, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk dalam program pembobotan dan pelatihan antar gereja di Indonesia.
Dari berbagai pengalaman itu, satu hal yang terus beliau tekankan sebagai inti pelayanan gereja adalah pentingnya:
“Perkunjungan rumah tangga dan pelayanan pastoral counseling sebagai wujud nyata kasih Kristus di tengah jemaat.”
Kepemimpinan dan Fokus Pelayanan
Dalam kepemimpinannya sebagai Praeses, Pdt. Marudut Lumban Gaol menekankan empat prioritas utama:
- Kolaborasi lintas resort dalam pelayanan bersama;
- Peningkatan kualitas pelayanan dan kemandirian ekonomi gereja;
- Digitalisasi pelayanan jemaat;
- Pembinaan keluarga Kristen sebagai bentuk nyata dari Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga).
Gaya kepemimpinannya dikenal sederhana, komunikatif, dan visioner. Ia membangun sinergi antara pelayan dan jemaat serta menjalin hubungan baik dengan lembaga oikumenis dan masyarakat lintas budaya.
Visinya bagi gereja dirangkum dalam semangat:
“Gereja yang hidup, melayani, dan bersaksi di tengah dunia yang terus berubah.”
Tentang HKI Daerah VII Pulau Jawa–Bali–Kalimantan
Sejarah dan Organisasi
Huria Kristen Indonesia (HKI) Daerah VII Pulau Jawa–Bali–Kalimantan merupakan salah satu unit pelayanan resmi di bawah naungan Sinode Godang HKI.
Wilayah ini dibentuk melalui restrukturisasi pelayanan HKI di Indonesia, dengan tujuan memperkuat koordinasi antar-resort di wilayah barat dan tengah Indonesia.
HKI Daerah VII memiliki posisi strategis karena mencakup daerah-daerah urban dan multikultural, dengan dinamika kehidupan jemaat yang beragam, mulai dari masyarakat industri di Jabodetabek, komunitas pariwisata di Bali, hingga jemaat perantau di Kalimantan.
Secara organisatoris, HKI Daerah VII berfungsi untuk:
- Membina dan mengawasi resort, resort khusus, serta pos pelayanan di wilayahnya;
- Menjadi perpanjangan tangan Sinode Godang HKI dalam misi pelayanan, kesaksian, dan persekutuan;
- Mengembangkan potensi pelayanan sesuai konteks sosial dan budaya lokal.
Wilayah Pelayanan
Wilayah pelayanan HKI Daerah VII meliputi:
- DKI Jakarta (Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara)
- Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor
- Provinsi Banten
- Provinsi Bali
- Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat
Sebagai Praeses, Pdt. Marudut Lumban Gaol mengoordinasikan seluruh gereja HKI di wilayah tersebut dengan fokus pada pelayanan kontekstual, misioner, dan inklusif.
Statistik Pelayanan (Tahun 2024)
- Jumlah jemaat: ± 6.945 jiwa
- Jumlah Kepala Keluarga (KK): ± 1.759 KK
- Jumlah Resort: 9 resort biasa, 4 resort khusus, 1 resort persiapan, dan 3 pos pelayanan
- Jumlah gereja: 20 gereja aktif dan 1 gereja persiapan
0 Komentar