LIPUTAN KHUSUS: Longsor dan Banjir Mengguncang Sibolga–Tapteng

LIPUTAN-KHUSUS-Longsor-dan-Banjir-Mengguncang-Sibolga-Tapteng
sumber hp: Kadiman Pakpahan

Oleh Tim Liputan satucahayanusantara.com, 25 November 2025

Hujan deras tanpa henti sejak Senin malam kembali menguji ketangguhan masyarakat di pesisir barat Sumatera Utara. Dua wilayah berdekatan Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengalami longsor dan banjir di beberapa titik, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Pagi yang Mencekam di Desa Mardame

Selasa pagi (25/11), Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, diguncang suara gemuruh dari arah perbukitan. Longsor besar terjadi begitu cepat hingga menimpa satu rumah warga dan menelan empat korban dari satu keluarga.

Ketika tim liputan mengkonfirmasi, proses evakuasi masih berlangsung. Warga terlihat terpukul, namun tetap membantu petugas menyingkirkan material longsor.

Seorang warga berkata dengan suara bergetar, “Kami tidak menyangka kejadian secepat ini. Mudah-mudahan tidak ada longsor susulan.”

Sibolga: Kota dalam Kepungan Longsor

Berbeda dari Tapteng, Sibolga menghadapi enam titik longsor sekaligus, di antaranya:

  • Bukit Aido
  • Kampung Paten Huta Tonga
  • Sekitar STPI
  • Jalur pemukiman padat lainnya

Data sementara menyebutkan:

  • 5 meninggal dunia
  • 3 luka-luka
  • 4 masih dicari
  • 17 rumah rusak berat maupun ringan

Suasana di Bukit Aido tampak memprihatinkan. Mesin alat berat terus bekerja, sementara keluarga korban menunggu dengan penuh harap.

Akses Terputus dan Evakuasi Terhambat

Jalan utama Sibolga–Barus tertutup material longsor sehingga menghambat pergerakan petugas dan bantuan. Beberapa wilayah juga mengalami gangguan jaringan telekomunikasi.

Banjir dan Pengungsian

Selain longsor, sejumlah wilayah di Tapteng juga terendam banjir. Warga mengungsi ke sekolah, gereja, dan rumah keluarga. Mereka membawa pakaian seadanya sambil menunggu bantuan darurat.

Ancaman Cuaca Masih Mengintai

BMKG memperingatkan curah hujan tinggi masih berpotensi mengguyur kawasan Sibolga–Tapteng. Masyarakat yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada dan tidak ragu mengungsi jika curah hujan meningkat.

Harapan dan Doa bagi Seluruh Warga

Di tengah kepedihan ini, tim liputan satucahanusantara.com menyampaikan dukacita yang mendalam kepada semua keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih. Dan mengusahakan supaya lembaga gereja seperti PGI turut serta membantu dan mendoakan masyarakat di Sibolga-Tapteng.
Semoga Tuhan memberikan:

  • penghiburan bagi keluarga yang berduka,
  • kekuatan dan ketabahan bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda,
  • perlindungan bagi petugas yang bekerja di medan berbahaya,
  • serta pemulihan cepat bagi seluruh wilayah Sibolga dan Tapteng.

Kiranya masyarakat dapat bangkit kembali dengan semangat gotong royong, dan semoga bencana susulan dijauhkan dari wilayah ini. Doa kami menyertai seluruh warga yang sedang berjuang melewati masa sulit ini. Tim Liputan

Posting Komentar

0 Komentar