Pematangsiantar, 6 November 2025, Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) menegaskan kembali komitmennya terhadap keadilan sosial dan kelestarian lingkungan hidup. Melalui pernyataan resminya, Ephorus HKI, Pdt. Firman Sibarani, M.Th, menghimbau seluruh pelayan, pendeta, sintua, dan jemaat HKI untuk turut menyuarakan keadilan ekologis dalam Aksi 10 November 2025 di Kantor Gubernur Sumatera Utara dengan seruan tegas: “TUTUP TPL!”
Dalam imbauannya dilangsir dari berbagai media sosial HKI dan juga Youtube HKI, Ephorus HKI menegaskan bahwa keterlibatan gereja dalam isu lingkungan hidup adalah bagian dari panggilan iman, bukan gerakan politik. Gereja harus hadir sebagai suara kenabian di tengah krisis ekologis yang kian nyata di Tanah Batak dan sekitarnya.
“Kita terpanggil bukan untuk diam. Ketika hutan-hutan Tano Batak menangis dan rakyat kecil menderita, gereja harus bersuara. Karena itu, saya menghimbau seluruh warga HKI untuk bersatu dalam doa dan aksi damai pada 10 November mendatang di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Demi kehidupan, demi keadilan, Salam Perjuangan, TUTUP TPL!”
— Pdt. Firman Sibarani, M.Th – Ephorus HKI
Melalui Tim Pokja HKI untuk Keadilan Sosial dan Ekologi, HKI telah mempersiapkan dukungan moral dan spiritual bagi gerakan ini. Pokja HKI menegaskan bahwa Aksi 10 November akan digelar secara damai, dengan semangat doa, kasih, dan solidaritas terhadap alam ciptaan Tuhan.
Ephorus juga mengajak seluruh jemaat HKI di berbagai daerah untuk menggelar ibadah dan doa bersama pada hari yang sama, sebagai bentuk dukungan rohani terhadap perjuangan menegakkan keadilan ekologis dan melindungi kehidupan di Tano Batak.
Tagar:
#HKIBersuaraUntukBumi #TutupTPL #Aksi10November #KeadilanEkologi #SaveTanoBatak #GerejaUntukCiptaan
.png)
0 Komentar