TutupTPL!!! Ketika Bumi Menangis di Tano Batak: Tergerusnya Sebuah Peradaban

Tergerusnya Sebuah Peradaban: Suara dari Pandumaan-Sipituhuta

Bekasi, 7 November 2025

Video kampanye berjudul “Tergerusnya Sebuah Peradaban” kembali mengingatkan gereja dan masyarakat luas akan tanggung jawab moral dalam menjaga bumi ciptaan Allah. Film ini menyoroti realitas yang terjadi di Desa Pandumaan-Sipituhuta, Sumatera Utara, ketika kehidupan sosial, lingkungan, dan budaya masyarakat setempat perlahan tergerus oleh ekspansi korporasi industri hutan tanaman (pulp dan kertas) yang mengutamakan keuntungan di atas kelestarian alam dan kemanusiaan.

Hutan kemenyan, yang selama ini menjadi sumber penghidupan dan simbol spiritualitas masyarakat Batak, kini banyak yang hilang akibat penanaman pohon industri berskala besar. Perubahan itu bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada peradaban dan identitas masyarakat adat yang selama berabad-abad hidup selaras dengan alam.

Video ini menjadi suara profetis dan peringatan moral atas krisis ekologi yang tengah melanda Tano Batak. Pesan yang disampaikan bukan hanya sekadar seruan untuk menanam pohon, tetapi ajakan untuk merenungkan hilangnya nilai-nilai kehidupan dan spiritualitas manusia yang menyatu dengan alam ciptaan Tuhan.

“Menghargai bumi ciptaan-Nya bukanlah hanya tentang penanaman pohon atau penghijauan kembali,
tetapi tentang memperingati peradaban manusia dan alam yang telah terbangun sepanjang ribuan tahun,
tentang memelihara keterkaitan manusia, lingkungan, dan alam sebagai wujud rasa syukur kepada TUHAN.”

Melalui kampanye ini, gereja diajak untuk tidak diam menghadapi ketidakadilan ekologis. Sebab keadilan bagi bumi adalah bagian dari keadilan bagi manusia. Gereja dipanggil untuk terus bersuara dan bertindak dalam semangat kasih, menjaga keberlangsungan ciptaan Tuhan agar tetap menjadi berkat bagi generasi kini dan mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar