Pdt. Boy France Tampubolon, S.Th, CPS
Pendahuluan
Pdt. Boy France Tampubolon, S.Th. adalah pendeta Huria Kristen Indonesia (HKI) yang melayani dengan jangkauan pelayanan luas: dari pedesaan, perkotaan, lintas pulau, hingga pelayanan digital nasional. Ia dikenal sebagai pelayan gereja yang kreatif, komunikatif, serta mampu menjembatani gereja tradisional dengan tuntutan pelayanan modern melalui teknologi, manajemen, dan jejaring lintas-denominasi.
Pelayanannya ditandai oleh kedalaman refleksi teologis, kegigihan dalam pembinaan gereja, serta keterlibatan aktif dalam jejaring oikumenis dan interfaith di tingkat lokal maupun nasional.
Kehidupan Awal
Boy France Tampubolon lahir pada 9 Juni 1989 di Dolok Nagodang, Sumatera Utara, sebuah desa yang dikenal kuat dengan nilai-nilai kekerabatan Batak dan tradisi kekristenan yang mendalam. Lingkungan keluarga dan gereja menjadi ruang pembentukan iman yang menumbuhkan panggilan pelayanannya.
Pendidikan
1. Pendidikan Formal
- Sarjana Teologi (S.Th.), Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda, Medan
- Magister Manajemen (MM) – dalam proses, Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang
2. Pendidikan Nonformal
Pdt. Boy aktif mengikuti pelatihan dan pendidikan nonformal untuk memperkuat kapasitas public speaking, kepemimpinan, hingga jejaring antar pemimpin gereja.
- Certified Public Speaking (CPS®) – Terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual Indonesia
- Pelatihan Kepemudaan & Pemberdayaan Ingage, Medan
- Anggota IPSA (Indonesian Public Speakers Association)
- Anggota LYN (Lutheran Youth Network)
- Anggota PIC (Pastor International Club)
- Anggota API (Asosiasi Pastor Indonesia) Medan
- Anggota IMP (Indonesia Merayakan Perbedaan)
- Member CGN (Christian Global Network) Indonesia
- Member PRS (Public Reading Scripture)/GEBADA
- Simpatisan MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia), Kabupaten Bekasi
- MPH PGIS Kabupaten Bekasi
- Simpatisan API (Asosiasi Pendeta Indonesia) Kabupaten Bekasi
Keikutsertaannya dalam jaringan lintas-gereja dan lintas-komunitas memperkaya perspektifnya tentang pelayanan gereja dalam masyarakat yang majemuk dan dinamis.
Keluarga
Pdt. Boy menikah dengan Aprilda Manihuruk, dan mereka dikaruniai dua anak:
- Tiara Diaz Tampubolon
- Axel Boan Sitiruon Tampubolon
Keluarga menjadi sumber dukungan utama dalam seluruh perjalanan pelayanannya.
Perjalanan Pelayanan
Perjalanan pelayanan Pdt. Boy sangat luas dan progresif, dimulai dari daerah pedesaan, ladang misi, pelayanan perintisan, hingga posisi strategis dalam organisasi gereja dan lembaga Kristen nasional.
1. Masa Praktik dan Vikariat
- Magang Pelayanan – HKI Bahalat, Resort Nagojor, Daerah I SumTim 1
- Vikar Pendeta LPP I – HKI Samarinda (pelayanan perintisan & penginjilan awal berdirinya HKI Samarinda), berpusat di HKI Bontang, Kalimantan Timur
- Vikar Pendeta LPP II – HKI Pardamean, Resort Tornagodang, Daerah I SumTim 1
2. Penempatan dan Jabatan Pelayanan di HKI
a. Penempatan Pertama (2017–2018)
Pendeta Zending Malaysia berdasarkan SK PP HKI periode 2015–2020.
Melaksanakan pelayanan lintas negara.
b. Penempatan Kedua (2018–2021)
Pendeta Resort di HKI Resort Hajoaran, Daerah V Tapteng–Tapsel.
c. Penempatan Ketiga (2021–2023)
Pendeta Resort di HKI Resort Sirata.
Di sini ia memperkuat pembinaan kategorial dan tata kelola resort.
d. Penempatan Keempat (2023–2024)
Association Pastor pada lembaga media Kristen CGN (Christian Global Network) Indonesia, Jakarta Selatan.
Fokus pelayanan: multimedia, siaran rohani, mentoring pelayan muda, dan pengembangan konten digital gereja.
e. Penempatan Kelima (2023-2024)
Manager GEBADA (Gerakan Baca Dengar Alkitab) – program dari Grace and Mercy Foundation, Korea Selatan.
Peran ini memperluas kontribusinya di ranah literasi Alkitab nasional.
f. Penempatan Keenam
Pendeta diperbantukan di HKI Resort Bekasi, berdasarkan SK PP HKI periode 2021–2026.
g. Penempatan Ketujuh
Pendeta HKI Resort Persiapan Lippo Sejahtera, memimpin pengembangan gereja dan pembinaan struktur resort.
h. Penempatan Kedelapan
Pendeta Resort HKI Resort Lippo Cikarang Sejahtera Cileungsi, tempat ia melayani saat ini.
Pelayanannya berfokus pada:
- pembinaan keluarga muda,
- pelayanan urban-industrial,
- pendidikan liturgi,
- misi sosial dan kebencanaan,
- integrasi teknologi dalam pelayanan gereja.
3. Jabatan Organisasi & Oikumenis
- Sekretaris Umum PGIS Kabupaten Bekasi (2022–2027)
- DPP IPSA (Indonesian Public Speakers Association) 2024–2029
Peran ini menjadikan Pdt. Boy sebagai figur strategis dalam membangun relasi lintas-gereja dan meningkatkan kapasitas komunikasi publik pemimpin Kristen di Indonesia.
Pemikiran dan Karya Tulis Teologis
Tulisan-tulisan Pdt. Boy telah beredar dalam ruang teologi dan menjadi rujukan pembinaan liturgi serta diskusi iman di berbagai komunitas Kristen.
Kajian kristologi yang menegaskan bahwa Yesus adalah warta keselamatan bagi semua bangsa, budaya, dan jalan hidup manusia.
2. Makna Liturgi HKI
Analisis mendalam mengenai struktur ibadah, sejarah, teologi liturgi HKI, serta urgensi pembaruan liturgi di tengah perkembangan zaman.
3. Agama dan Sains
Sebuah refleksi dialogis antara iman Kristen dengan temuan ilmu pengetahuan modern.
Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan Pdt. Boy dikenal:
- komunikatif dan rendah hati,
- berorientasi pada pembinaan dan transformasi gereja,
- visioner dan terbuka pada inovasi,
- kuat dalam manajemen organisasi,
- dekat dengan jemaat dan mudah berkolaborasi,
- terampil dalam komunikasi publik dan digital.
Kombinasi pendidikan teologi dan manajemen membentuk kepemimpinannya sebagai pendeta yang strategis sekaligus pastoral.
Pengaruh dan Kontribusi
Pengaruh pelayanan Pdt. Boy terlihat pada:
- peningkatan kapasitas pelayanan digital,
- partisipasi aktif dalam jaringan oikumenis,
- kontribusi pada literasi Alkitab nasional (GEBADA),
- mentoring pemimpin gereja muda,
- memperkuat hubungan antar-gereja, antar-komunitas, dan antar-lembaga.
Penutup
Biografi ini menggambarkan perjalanan seorang pelayan Tuhan yang konsisten menggabungkan panggilan iman, pemikiran teologis, profesionalisme pelayanan, dan jiwa pengabdian. Pdt. Boy France Tampubolon adalah representasi pendeta generasi baru HKI yang melayani dengan integritas, kreatif, dan berwawasan dengan satu tujuan: memuliakan Tuhan melalui pelayanan yang berdampak bagi gereja dan masyarakat. red
0 Komentar