Figur Tokoh Inspiratif: Pdt. Dr. Victor Tinambunan (Ephorus HKBP) - “Suara Profetik Gereja di Tengah Alam yang terluka”

Figur-Tokoh-Inspiratif-Pdt-Dr-Victor-Tinambunan-Ephorus-HKBP-Suara-Profetik-Gereja-di-Tengah-Alam-yang-Terluka

Di tengah zaman ketika banyak orang memilih diam demi aman, Pdt. Dr. Victor Tinambunan muncul sebagai suara yang menggugah hati banyak orang. Sebagai Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), ia tidak hanya memimpin di altar, tetapi juga berdiri tegak di tengah pergumulan sosial umatnya.

Ketika ia menyerukan agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup, banyak pihak terkejut. Suaranya mengguncang tidak hanya ruang gereja, tetapi juga ruang publik. Namun bagi Victor, itu bukan sekadar aksi politik, melainkan tindakan iman — panggilan untuk memelihara bumi yang adalah ciptaan Tuhan.

Ia berkata dengan tegas, “Saya tidak akan mencabut pernyataan ini. Karena ini bukan sekadar pendapat pribadi, melainkan suara gereja yang peduli terhadap alam dan umat manusia.”
Pernyataan itu sederhana, tetapi mengandung keberanian besar — keberanian yang lahir dari keyakinan bahwa gereja dipanggil bukan hanya untuk berkhotbah, tetapi juga untuk bertindak.

Pemimpin yang Berani Menghadapi Resiko

Di tengah tekanan dari berbagai pihak, protes, kritik, bahkan kecaman, Victor tidak mundur. Ia tahu bahwa setiap kata yang keluar dari seorang pemimpin rohani memiliki konsekuensi besar.
Namun ia memilih tetap berdiri di garis iman, bukan garis kepentingan.
Sikapnya mengajarkan kepada kita bahwa menjadi pemimpin rohani berarti siap menanggung risiko demi kebenaran dan keadilan.

Seperti nabi-nabi Perjanjian Lama, ia tidak berbicara untuk menyenangkan manusia, tetapi untuk menyatakan suara Tuhan di tengah kekacauan dunia.

Iman yang Hidup di Dunia Nyata

Inspirasi dari figur ini terletak pada kesederhanaan pesannya:

“Iman yang sejati tidak berhenti di gereja, tetapi berjalan di jalan-jalan kehidupan.”

Pdt. Victor mengajarkan bahwa doa tanpa aksi hanyalah kata-kata kosong.
Ketika bumi rusak, ketika masyarakat adat terpinggirkan, ketika alam menjerit karena keserakahan, maka iman harus menjadi tindakan nyata, bukan hanya diucapkan, tetapi diperjuangkan.

Teladan bagi Pemimpin Gereja Masa Kini

Dari sosok ini, para pelayan Tuhan dapat belajar bahwa kepemimpinan rohani sejati adalah keberanian untuk berkata benar walau sendirian.
Pemimpin yang takut akan Tuhan tidak akan takut pada tekanan manusia.
Dalam diri Pdt. Dr. Victor Tinambunan, kita melihat wujud gereja yang hidup, gereja yang berani, dan gereja yang berpihak pada nilai-nilai Injil.

Ia bukan sekadar tokoh gereja, tetapi figur inspiratif, yang mengingatkan kita bahwa iman yang tidak menegakkan kebenaran adalah iman yang kehilangan daya hidup.

Posting Komentar

0 Komentar