RENUNGAN HARIAN - Kamis, 8 Januari 2026 : Lukas 4:18–19

RENUNGAN-HARIAN-Kamis-8-Januari-2026-Lukas-4-18-19

Kamis, 8 Januari 2026

Lukas 4:18–19

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Roh Tuhan Ada Padamu

Setiap persekutuan (Gereja) punya yang disebut sebagai visi, ada misi. Visi adalah gambaran besar tentang cita-cita atau tujuan akhir suatu organisasi di masa depan, sementara misi adalah langkah-langkah konkret atau cara yang akan diambil untuk mewujudkan visi tersebut. Keduanya saling berkaitan, di mana visi menjawab pertanyaan “apa yang ingin dicapai?” dan misi menjawab pertanyaan “bagaimana cara mencapainya?”. Tidak hanya sebagai persekutuan, sebagai pribadi setiap orang Kristen punya visi dan misi dalam hidupnya. Seiring dengan perkembangan imannya, setiap orang Kristen mengetahui apa yang ingin dicapai sebagai pengikut Kristus, dan juga mengetahui bagaimana cara mencapai visi tersebut. Yang sering menjadi persoalan, bukanlah visi, tetapi bagaimana misinya.

Setelah dibaptis dan dipenuhi Roh Kudus, Yesus dicobai oleh Iblis selama 40 hari, menguji apakah Ia akan menjadi Mesias yang memakai kekuasaan untuk diri sendiri (roti), mencari kekuasaan dunia (kerajaan), atau menjadi Mesias yang tunduk pada kehendak Allah. Yesus menolak godaan Iblis dengan firman Tuhan, meneguhkan bahwa hidup bukan hanya dari roti, tetapi dari setiap firman Allah.

Setelah itu Yesus kembali ke Galilea, di mana Dia mengajar di rumah-rumah ibadat yang ada di daerah tersebut. Di sinagoge Nazaret, Yesus membaca nubuat Yesaya 61:1–2 tentang Dia sebagai Mesias yang diurapi Roh Kudus untuk membawa misi dan kabar baik bagi kaum miskin, tawanan, buta, dan tertindas, serta memberitakan tahun rahmat Tuhan, sebuah panggilan yang juga menjadi tugas pengikut-Nya untuk mewujudkan kasih dan pertolongan Tuhan bagi sesama, mengatasi keterbatasan diri dengan mengandalkan kekuatan ilahi.

Sahabatku, kita dipanggil untuk menjadi tangan dan kaki Kristus, menggunakan talenta dan sumber daya kita untuk memerdekakan orang lain dari kesulitan, kepahitan, atau belenggu apa pun. Melalui tindakan kasih, empati, dan pelayanan, kita mewujudkan kasih karunia Tuhan di dunia, menunjukkan bahwa pertolongan-Nya selalu ada. Kita tidak perlu merasa lemah, sebab kekuasaan Allah akan bekerja melalui kelemahan kita untuk menyatakan kebesaran-Nya.

DOA:
Ya Tuhan, sadarkan kami bahwa Roh-Mu ada pada kami untuk memberitakan tahun rahmat-Mu dalam hidup kami.

Pdt. Riston Irene Sihotang, S.Si., M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar