RENUNGAN HARIAN - Sabtu, 20 Desember 2025 : Mazmur 89: 9

RENUNGAN-HARIAN-Sabtu-20-Desember-2025-Mazmur-89-9

Sabtu, 20 Desember 2025

Mazmur 89: 9

Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu.

Siapakah Seperti Engkau?

Pengharapan muncul dari tengah situasi hidup yang tidak baik-baik saja, kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, mendatangkan kekecewaan. Kekecewaan yang dalam, yang membuat manusia itu “meratapi” kekecewaan itu hanya akan mendatangkan penderitaan. Maka orang berharap agar situasi hidupnya berubah. Untuk itu dia meletakkan pengharapannya pada sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya. Jadi, berharap dapat dikatakan obat dari rasa kecewa. Pertanyaannya kemudian, kepada siapa kita berharap? Bisakah kita berharap kepadanya?

Mazmur 89 adalah salah satu mazmur yang begitu kuat menyanjung kasih setia dan kesetiaan Tuhan. Ethan orang Ezrahi, yang menuliskan mazmur ini (ayat 1), berada dalam masa terjadi perubahan dramatis. Digambarkan pada masa itu bahwa Yerusalem mengalami kehancuran, para pendukungnya diangkut ke Babel beserta semua harta benda mereka. Bagi Ethan ini adalah akhir dari kemasyuran dinasti Daud. Pemazmur bertanya apakah Allah telah meninggalkan janji-Nya, merasa bahwa kesetiaan-Nya telah gagal. Muncullah harapan di tengah situasi tersebut, bahwa situasi bangsa itu akan dipulihkan. Mengapa Ethan begitu yakin dengan hal tersebut? Karena Dia adalah Allah yang kuat dan setia. Tidak ada yang mencipta alam semesta dan isinya, kecuali Allah dan tidak ada yang begitu besarnya melebihi Dia. Tidak ada kekuatan yang melebihi Dia, yang menjadi tempat perlindungan yang teguh bagi umat-Nya. Dan satu lagi yang sangat penting, Dia adalah setia. Maka Ethan mengingatkan umat akan janji Allah di tengah penderitaan, sekaligus menegaskan bahwa ketidaksetiaan Israel tidak membuat rencana penyelamatan Allah menjadi gagal. Maka pengharapan mereka harus tetap dipelihara untuk menantikan pemulihan melalui Mesias di dalam Kristus.

Sahabatku, mazmur renungan pagi ini mengajak kita untuk memikirkan kebesaran dan kesetiaan Allah yang tak tertandingi. Kita diajar untuk kuat dan setia akan Dia, dan mengandalkan kekuatan-Nya yang mengendalikan alam semesta dan kehidupan didalamnya. Bahkan di tengah kesulitan yang kita hadapi, teruslah berharap kepada-Nya, sebab Dia adalah sumber kekuatan, pengharapan dan kemuliaan yang sejati.

DOA: Ya Tuhan, lindungilah kami oleh karena kuat dan kasih-Mu yang melindungi kehidupan kami.

Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar