Dihadiri 3.000 Peserta dan Tokoh Nasional, Natal PKM Gereja KIBAID di Marinding Tegaskan Kehadiran Allah bagi Keselamatan Keluarga, Misi Global, dan Transformasi Sosial

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

TANA TORAJA - Perayaan Natal dan Pertemuan Raya Persekutuan Kaum Muda (PKM) Gereja KIBAID Se-Indonesia Tahun 2025 yang berlangsung pada 26–29 Desember 2025 di Jemaat Marinding, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menjadi momentum iman dan kebersamaan berskala nasional. Kegiatan ini diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai wilayah pelayanan Gereja KIBAID di Indonesia, termasuk diaspora Toraja dari berbagai daerah.

Kegiatan ini secara administratif berada dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Tana Toraja sebagai kabupaten induk, sementara Kabupaten Toraja Utara merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tana Toraja. Dukungan penuh pemerintah daerah menegaskan pengakuan terhadap peran strategis gereja dan kaum muda dalam pembangunan sosial dan budaya.

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Perayaan Natal PKM KIBAID 2025 mengacu pada Tema Natal Nasional PGI Tahun 2025, yaitu:

“Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24)

Tema ini menjadi benang merah seluruh rangkaian ibadah, pembinaan, sarasehan, dan aktivitas kebersamaan, dengan penekanan pada kehadiran Immanuel sebagai pusat pemulihan relasi keluarga, gereja, dan masyarakat.

DUKUNGAN TOKOH NASIONAL DAN PEMERINTAH DAERAH

Kegiatan ini turut dihadiri Ibu Agustina Mangande, Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Golkar, didampingi suami Bapak Yohanis Bassang, Bupati Toraja Utara periode 2021–2025. Kehadiran mereka menegaskan dukungan terhadap peran kaum muda gereja sebagai agen perubahan sosial.

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Selain itu, hadir pula Bupati Tana Toraja, dr. Sadrak Tombeq, Sp.A, didampingi istri DR. Erny Yetty Riman, Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pesan filosofis “TORAJA MASERO”, yakni Toraja yang bersih pikiran, bersih hati, dan bersih lingkungan. Menurutnya, nilai Masero akan melahirkan “Maelo” (Indah) dan “Mal’bi” (Mulya), yaitu kehidupan masyarakat yang bermartabat dan berkelanjutan.

Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja, DR. Erny Yetty Riman, secara khusus menyoroti bahaya limbah plastik bagi lingkungan dan kesehatan. Ia mengimbau agar kegiatan keagamaan berskala besar mulai meninggalkan kemasan plastik sekali pakai karena sulit terurai dan berpotensi menimbulkan penyakit serius, termasuk kanker. Sebagai bentuk dukungan nyata, beliau menyerahkan 6 unit dispenser air minum dan ratusan tumbler untuk digunakan selama kegiatan berlangsung.

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

PESAN GEREJAWI DAN KEPANITIAAN 

Ketua Biro PKM Gereja KIBAID, Freddy Hesli Sampelilling, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa Natal harus menjadi ruang pembaruan relasi:

“Melalui perayaan Natal ini, marilah kita membuka hati untuk mengalami kembali kehadiran Immanuel Allah yang menyertai di dalam keluarga kita. Kiranya Natal ini memperbarui relasi kita dengan Tuhan, dengan orang tua, dan dengan sesama, serta meneguhkan peran kaum muda sebagai terang dan berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.”

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Sementara itu, Ketua Panitia, Pnt. Herman Sholla, menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas unsur:

“Perayaan Natal PKM KIBAID Se-Indonesia ini terselenggara berkat kerja sama yang sungguh luar biasa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja, Pemerintah Lembang Marinding, BPMS Gereja KIBAID, klasis, wilayah, tokoh masyarakat, para penasehat, panitia inti, serta seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.”

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Ibadah sebagai Dramaturgi Sosial dan Ruang Inkulturasi

Dalam paparan Pnt. DR. Yansen Tangketasik, M.Si., perayaan ini dianalisis dari perspektif sosiologi dan antropologi agama, di mana ibadah dipahami sebagai dramaturgi sosial yang memiliki dua dimensi utama: front stage dan back stage. 

Pada panggung depan (front stage), jemaat menyaksikan liturgi, khotbah, doa, puji-pujian, paduan suara, sambutan, penyerahan hadiah, serta pemanfaatan teknologi modern seperti videotron, tata suara profesional, dan media digital. Seluruh ekspresi ini membentuk simbol-simbol iman yang dipresentasikan secara terbuka dan kolektif.

Sementara itu, di panggung belakang (back stage) berlangsung proses sosial yang kompleks: negosiasi logistik, pengaturan acara, pengelolaan dana, pembagian tugas panitia, hingga dinamika relasi yang kadang memunculkan ketegangan kecil. Namun justru melalui proses inilah terbangun solidaritas, rekonsiliasi, dan modal sosial antarjemaat, antarklasis, bahkan lintas denominasi. Perayaan ini juga menampilkan inkulturasi budaya Toraja, di mana ritual kerohanian berjalan berdampingan (co-existensi) dengan adat istiadat lokal. 

Hal ini tampak dalam penggunaan ornamen Toraja, busana adat dalam ibadah, pentas seni budaya, serta ekspresi simbolik yang memperkaya pengalaman iman tanpa menghilangkan esensi teologis Natal .

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Refleksi Teologis dan Pembinaan Kaum Muda

Ketua BPMS Gereja KIBAID, Pdt. Yulianus Tandirerung, M.Div., menegaskan bahwa tema Natal Nasional 2025 mengingatkan gereja bahwa keselamatan Allah bersifat holistik. Natal tidak berhenti pada perayaan simbolik, tetapi mengutus kaum muda untuk menjadi pembawa damai dan pemulih relasi terutama di tengah keluarga yang menghadapi tantangan moral, ekonomi, dan sosial.

Melalui ibadah, ceramah, sarasehan, serta berbagai kegiatan kreatif dan olahraga, kaum muda dibina secara holistik spiritual, mental, sosial, dan emosional agar siap menjadi generasi penerus gereja dan bangsa yang berintegritas.

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Misi Digital dan Penutup

Sesi Literasi Digital bersama Soni Mongan, S.Pd. membekali peserta agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang pelayanan dan kesaksian iman di era digital. Dengan berbagai dampak positif seperti: Efisiensi dan Produktivitas: AI bisa mengotomatiskan tugas-tugas rutin, sehingga manusia bisa fokus pada hal yang lebih penting, Peningkatan Keamanan: AI bisa mendeteksi ancaman keamanan siber dan membantu dalam pengawasan, Pelayanan Lebih Baik: AI bisa membantu dalam pelayanan pelanggan (chatbot) atau diagnosa medis. Dan Inovasi: AI membuka peluang untuk teknologi baru seperti mobil otomatis, asisten virtual, dan lain-lain.

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Ibadah Malam Natal Puncak pada 29 Desember 2025, prosesi penyalaan lilin, pengumuman juara lomba seni dan olahraga, serta komitmen bersama kaum muda PKM KIBAID yang dirangkum dalam seruan:

“PKM KIBAID: Maju, Maju, Maju!”

Ibadah Natal Puncak ini dilayani oleh para pengkhotbah dari seluruh klasis, didukung oleh koor dan vocal group lintas klasis, serta tim pendukung alat musik dan multimedia (videotron), yang secara bersama-sama memperkaya suasana ibadah dan mempertegas semangat kebersamaan kaum muda dalam memuliakan Tuhan dan memperkuat kesaksian pelayanan PKM KIBAID. 

Natal dan Pertemuan Raya PKM KIBAID 2025 ini juga merupakan kerja kolektif gereja secara nasional, yang melibatkan pelayanan ibadah, seni, budaya, olahraga, pendidikan iman, serta kesaksian sosial secara terpadu. Redaksi satucahayanusantara.comRedaksi satucahayanusantara.com


Berita dalam gambar

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial

Dihadiri-3.000-Peserta-dan-Tokoh-Nasional-Natal-PKM-Gereja-KIBAID-di-Marinding-Tegaskan-Kehadiran-Allah-bagi-Keselamatan-Keluarga-Misi-Global-dan-Transformasi-Sosial


Posting Komentar

0 Komentar