Harmoni Iman dan Pelayanan: Jejak Pdt. Rinto Parpunguan Nainggolan di HKI Daerah VIII Sumbagsel

Harmoni-Iman-dan-Pelayanan-Jejak-Pdt-Rinto-Parpunguan-Nainggolan-di-HKI-Daerah-VIII-Sumbagsel

Pdt. Rinto Parpunguan Nainggolan

Adalah seorang Pendeta dan pemimpin gerejawi di lingkungan Huria Kristen Indonesia (HKI). Ia dikenal sebagai tokoh yang berdedikasi dalam pelayanan pastoral, pembinaan pelayan, serta pengembangan gereja di wilayah selatan Pulau Sumatera. Saat ini, ia menjabat sebagai Praeses HKI Daerah VIII (Riau–Sumbagsel), yang meliputi wilayah pelayanan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Rinto Parpunguan Nainggolan lahir dalam keluarga Kristen Batak yang menanamkan nilai iman, kerja keras, dan semangat pelayanan sejak kecil. Sejak muda, ia aktif dalam berbagai kegiatan gereja dan pelayanan remaja. Ia menempuh pendidikan teologi di Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan dan meraih gelar Sarjana Theologia (S.Th).

Selama masa studinya, ia aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan kampus dan musik gerejawi, yang membentuk karakter pelayanannya yang rendah hati, kreatif, dan berorientasi pada pelayanan yang membangun.

Pelayanan dan Kepemimpinan Gerejawi

Setelah menerima tahbisan sebagai pendeta HKI, Pdt. Rinto Parpunguan Nainggolan melayani di berbagai resort dan jemaat di wilayah Sumatera. Ia dikenal sebagai pendeta yang menekankan pelayanan berbasis kasih, keterbukaan, dan pembinaan berkelanjutan bagi jemaat dan pelayan gereja.

Ketekunan dan komitmennya dalam memperkuat basis pelayanan jemaat membuatnya terpilih menjadi Praeses HKI Daerah VIII (Riau–Sumbagsel), sebuah wilayah pelayanan yang strategis dan luas, mencakup beragam konteks sosial dan budaya.

Konteks Wilayah – HKI Daerah VIII (Riau–Sumbagsel)

HKI Daerah VIII (Riau–Sumbagsel) merupakan salah satu daerah pelayanan dalam struktur Huria Kristen Indonesia (HKI) yang berpusat di Pekanbaru, Riau. Wilayah ini mencakup Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Menurut data resmi (lihat Wikipedia HKI Daerah VIII Riau–Sumbagsel), daerah ini memiliki lebih dari 12.100 jiwa jemaat dan 3.065 Kepala Keluarga (KK), yang tersebar dalam 64 gereja, 1 persiapan gereja, 2 pos pelayanan, dan 5 pos pekabaran Injil, dibagi ke dalam 14 resort dan 6 resort khusus.

Pengembangan Resort, Pos PI, dan Jemaat

Di bawah kepemimpinan Pdt. Rinto Parpunguan Nainggolan, HKI Daerah VIII mengalami perkembangan nyata, baik dari segi pelayanan rohani maupun ekspansi wilayah.
Beberapa capaian penting antara lain:

  • Pemekaran resort dan pembentukan jemaat baru di wilayah dengan pertumbuhan jemaat signifikan.
  • Pembukaan Pos Pekabaran Injil (Pos PI) di kota dan kabupaten strategis seperti Palembang, Prabumulih, Lampung Tengah, Bengkulu, dan Musi Rawas.
  • Peningkatan jumlah jemaat aktif melalui pembinaan kategorial, pelayanan keluarga, dan program misi terpadu.
  • Penguatan kapasitas pelayan melalui pelatihan dan retret rohani rutin bagi pendeta, penatua, dan sintua.

Untuk memperkokoh arah pelayanan, ia menggagas program strategis “Bersama Membangun Gereja yang Mandiri dan Misioner”, dengan tiga fokus utama:

  1. Kemandirian jemaat dan resort, baik secara ekonomi maupun rohani.
  2. Peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan iman.
  3. Penguatan kesaksian sosial gereja di tengah masyarakat majemuk.

Karya dan Kontribusi

Selain mengembangkan pelayanan jemaat, Pdt. Rinto aktif dalam berbagai forum ekumenis dan oikumenis, seperti PGIW dan PGIS, untuk memperkuat kerja sama lintas gereja. Ia juga terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah Sumatera bagian selatan.
Pelayanannya yang inklusif dan berorientasi pada kasih menjadikannya sebagai salah satu pemimpin HKI yang berperan besar dalam memperluas jangkauan misi gereja.

Gaya Kepemimpinan dan Spiritualitas

Pdt. Rinto Parpunguan Nainggolan dikenal dengan gaya kepemimpinan transformatif dan melayani (servant leadership). Ia percaya bahwa kekuatan gereja tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi dari kedalaman iman dan ketulusan pelayanan.
Ia menekankan nilai-nilai kasih, kesetiaan, dan pelayanan yang rendah hati dalam setiap aspek kehidupan bergereja, serta mendorong setiap pelayan untuk menjadikan gereja sebagai pelita kasih Kristus di tengah dunia.

Kehidupan Pribadi

Di luar aktivitas gerejawi, Pdt. Rinto Parpunguan Nainggolan dikenal memiliki hobi memainkan dan memetik gitar. Musik menjadi salah satu sarana ekspresinya dalam pelayanan dan kehidupan pribadi, terutama untuk menciptakan suasana ibadah yang hangat dan reflektif.
Hobinya ini sering ia gunakan dalam kegiatan kategorial dan kebaktian keluarga, sebagai bentuk pelayanan kreatif yang menginspirasi jemaat untuk memuji Tuhan dengan sukacita.

Posting Komentar

0 Komentar