Figur Tokoh Inspiratif: Pemimpin yang Membawa Terang Pelayanan

Figur-Tokoh-Inspiratif-Pemimpin-yang-Membawa-Terang-Pelayanan

Pdt. Firman Sibarani, M.Th — Ephorus HKI (Periode 2021-2026)

Di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) memerlukan sosok pemimpin yang bukan hanya kuat dalam teologi, tetapi juga memiliki kepekaan rohani dan visi pelayanan yang tajam. Sosok itu hadir melalui kepemimpinan Pdt. Firman Sibarani, M.Th, yang kini melayani sebagai Ephorus HKI.

Beliau dikenal sebagai gembala yang rendah hati, penuh kasih, dan berkomitmen untuk membawa HKI menjadi gereja yang relevan, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat luas. Dalam setiap pelayanan dan arah kebijakannya, tampak semangat untuk memperbarui pola pikir pelayanan — dari gereja yang hanya berpusat di mimbar, menjadi gereja yang hadir di tengah kehidupan jemaat dan bangsa.

Visi Pelayanan

Dalam kepemimpinannya, beliau menekankan pentingnya tiga hal utama:

  1. Pembaharuan iman dan karakter pelayan Tuhan, agar setiap pelayan menjadi teladan hidup yang menginspirasi.
  2. Kemandirian dan transparansi gereja, dengan manajemen yang terbuka dan akuntabel.
  3. Pelayanan sosial yang nyata, gereja tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi juga mewujudkannya melalui aksi.

Keteladanan yang Menggerakkan

Sebagai pemimpin rohani, beliau tidak hanya mengandalkan wibawa jabatan, tetapi ketulusan hati dalam melayani. Dalam banyak kesempatan, beliau mengingatkan para pendeta dan jemaat bahwa kekuatan gereja bukan pada gedung atau struktur, melainkan pada iman yang hidup dan kasih yang nyata.

Ketekunan beliau dalam doa, kerendahan hati, serta keberanian membawa pembaruan menjadikan sosok ini panutan bagi banyak pelayan Tuhan, terutama generasi muda di lingkungan HKI.

Penutup

Kehadiran Pdt. Firman Sibarani, M.Th, sebagai Ephorus HKI menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati bukanlah soal jabatan, tetapi tentang panggilan untuk melayani. Melalui kepemimpinannya, gereja diingatkan untuk tetap berakar pada firman Tuhan dan bertumbuh dalam kasih, menjadi terang di tengah dunia yang haus akan kebenaran.

“Pelayanan bukan tentang dilihat orang, tetapi tentang bagaimana kita menjadi saluran kasih Allah bagi sesama.”
— Pdt. Firman Sibarani, M.Th

Posting Komentar

0 Komentar