Gunungsitoli, Nias — Komite Nasional Lutheran World Federation (KN LWF) Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun ke-25 (31 Oktober 2000–31 Oktober 2025).
Mengusung tema “Setia dalam Iman, Menyemai Harapan, Menghadirkan Dampak,” perayaan ini menjadi momentum penting perjalanan kebersamaan gereja-gereja Lutheran di Indonesia.
Kegiatan
besar ini dihadiri sekitar 3.000 jemaat dari berbagai daerah, mewakili 14
sinode anggota KN LWF, yaitu: Amin, BNKP, GKPA, GKPI, GKPS, GKLI, GKPPD, GKPM,
GNKP Indonesia, GPKB, GPP, HKBP, HKI, dan ONKP.
Rangkaian acara dimulai dengan Ibadah Syukur
dan Perayaan Hari Reformasi Gereja ke-508 di Alun-Alun Kota Gunungsitoli,
dilanjutkan dengan Rapat Tahunan Pimpinan Gereja-Gereja Lutheran se-Indonesia.
Perayaan ini turut dihadiri oleh tokoh penting dari dalam dan luar negeri,
antara lain Sekretaris Region Asia LWF, Pdt. Dr. Rospita Siahaan, perwakilan
dari Lutheran Church of Australia (LCA), Rev. Mark Schultz, dan perwakilan dari
Evangelical Lutheran Church in America (ELCA), Rev. Franklin Ishida.
Salah
satu momen puncak acara adalah peneguhan Badan Pengurus Harian (BPH) KN LWF
Indonesia periode 2025–2029, yang dibacakan langsung oleh Pdt. Dr. Rospita Siahaan.
Adapun susunan BPH terpilih adalah sebagai berikut:
- Ketua: Pdt. Dr. Humala
Lumbantobing (GKPI)
- Sekretaris: Pdt. Abed Nego Padang
Batanghari, M.Th (GKPPD)
- Bendahara: Pdt. Makmur Simaremare, S.Th., MM (GPP)
![]() | |
| Keterangan Gambar: Pdt. Rim G. Phasah Saragih, S.Si Teol, M.Fil (Utusan GKPS) bersama BPH KN-LWF Terpilih Periode 2025-2029 |
Pengurus baru ini menggantikan kepemimpinan periode 2021–2025 yang sebelumnya dijabat oleh: Ketua: Pdt. Dr. Robinson Butarbutar (HKBP), Sekretaris: Pdt. Dr. Humala Lumbantobing (GKPI), Bendahara: Pdt. Firman Sibarani, M.Th (HKI).
Perayaan ini juga mendapat dukungan pemerintah
daerah, yang hadir dalam acara penutupan, antara lain Bupati Nias Utara, Ketua
DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres, dan Dandim Nias.
Acara ditutup dengan kata sambutan penuh semangat dari Pastor Sirilus Gulo dari
Dekanat di Nias, yang menegaskan pentingnya kebersamaan lintas
denominasi dan kolaborasi dalam pelayanan kemanusiaan.
Selain
kegiatan ibadah dan persidangan, panitia juga menghadirkan pengenalan budaya
Kepulauan Nias, memperlihatkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal sebagai
bagian dari kehidupan iman yang kontekstual dan inklusif.
Perayaan 25 tahun KN LWF Indonesia menjadi momentum reflektif dan visioner bagi gereja-gereja Lutheran di Indonesia untuk terus setia dalam iman, menumbuhkan harapan, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia. BFT



0 Komentar